Blogroll

12 Agustus 2017

Senandung Ibu Pertiwi ceritakan sejarah Melalui Galeri. #GalnasYuk



Senandung Ibu Pertiwi Ceritakan Sejarah Melalui Galeri
Bulan Agustus merupakan bulannya Indonesia, dimana pada tanggal 17 Agustus 1945 rakyat Indonesia berhasil mendeklarasikan kemerdekaannya dimata dunia. Pada bulan ini rasa nasionalisme kembali bangkit dan rasa cinta tanah air semakin bertambah. Pastinya kita ingin tahukan bagaimana sejarah Indonesia secara keseluruhan. Mulai dari perjuangan yang masih bersifat kedaerahan hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia ini.
Memang sih kita sudah mendengar kisah perjuangan rakyat Indonesia melalui pelajaran IPS sejarah, tapi tetap saja ada yang kurang. Nah, manfaatkanlah momen-momen nasionalisme untuk membuat kamu masuk ke dalam masa lalu Indonesia yang penuh semangat. Caranya, main ke Pameran Galnas (Galeri Nasional) Indonesia untuk mendapatkan pengalaman kisah sejarah terbaik. Disana kamu akan menambah pengetahuan dan pastinya sangat menyenangkan.

Galeri Nasional, Pusat Pameran Seni dan Budaya di Indonesia
Galeri Nasional Indonesia atau Galnas Indonesia adalah suatu museum dan galeri seni budaya yang terletak di Jakarta. Galnas hadir sebagai institusi atau lembaga budaya yang mengacu pada bidang seni visual sejak 8 Mei 1999. Institusi ini memiliki peran penting dalam membangkitkan dan memperluas kesadaran masyarakat untuk mencintai karya seni. Dibukanya Galnas tentu memberkan efek positif terhadap masyarakat Indonesia dalam memandang tentang seni. 

Apa Aja ya yang Menarik di Galnas??
Saat mendengar tentang seni, pastilah kedengarannya amat membosankan , ngantuk dan malas untuk mengikuti. Itu wajar karena jaman sekarang serba digital, lebih milih game ketimbang menimba ilmu, mending jalan-jalan daripada dapat pengalaman berharga. Tapi, bila kamu berkunjung ke pameran Galnas, justru membuat ketagihan. Karya seninya pun tidak seperti yang kamu bayangkan selama ini. Tak ada kata bosan, tapi malah mengasyikkan. I got it from the first experience!

Pokoknya menyenangkan kalo kamu bisa datang ke salah satu pameran yang diadakan di Galeri Nasional. Selain tentu bahan update sosmed lebih "elegant" yakaaan hahhaha.
Ada beberapa kegiatan pameran di Galnas yang terdiri dari 3 macam yakni Pameran Tetap, Pameran Temporer dan Pameran Keliling. Sedangkan pada tahun 2017 ini ada banyak jadwal pameran temporer yang sayang untuk dilewatkan. Terutama di bulan Agustus tempa pameran berhubungan dengan kemerdekaan Indonesia. Bulan September hingga Desember 2017 juga ada pameran-pameran seni tema lainnya.

Waktu Berkunjung dan Harga Tiket Masuk ke Galnas
Untuk waktu kunjungan Pameran Tetap, Galeri Nasional Indonesia buka pada hari Selasa sampai dengan hari Minggu mulai pukul 09.00 – 16.00 WIB. Sementara hari senin dan hari libur nasional Galnas tutup. Kalau kunjungin Pameran Temporer dibuka setiap hari pada pukul 10.00 – 19.00 WIB, hari libur nasional tutup. Namun, pada pameran ini biasanya jam kunjungan menyesuaikan jam penyelenggaraan masing-masing Pameran Temporer yang berlangsung. Harga Tiket masuknya juga GRATIS. BOLD. :D






Pameran lukisan Koleksi Istana Kepresidenan “Senandung Ibu Pertiwi”
Nah beberapa waku lalu tuh saia bareng teman teman blogger mendapat kesempatan berkunjung ke Galeri Nasional saat ada pameran Senandung Ibu Pertiwi . waktu di tawari aja udah menarik, tempat yang tak biasa untuk visit!

 Senandung Ibu Pertiwi memiliki arti tanah air yakni suatu kekuatan yang didalamnya mengandung berbagai macam potensi. Hal ini dituangkan melalui lukisan yang dipamerkan dalam pameran di Galnas ini. Dimana terdapat karya lukisan yang berbentuk dari keanekaragaman Bangsa Indonesia yang terdiri atas beragam suku, agama dan ras. Meski bermacam-macam tapi itulah yang membuat Indonesia Kian utuh dan kuat.
Pameran ini diselenggarakan sejak tgl 2 hingga 20 Agustus untuk memperingati Hari Ulang Tahun Indonesia ke-72 yang mempunyai cerita menarik kalau dilihat dari persiapannya. Pada pameran lukisan ini melibatkan 4 Kurator Handal diantaranya Amir Sidharta, Mikke Susanto, Sally Texania dan Asikin Hasan. Pamerannya juga dibagi menjadi 4 bagian.
Ketika mulai masuk saja sudah terasa bagaimana keseruannya, ada layar digital replika ukuran sebesar aslinya  yang merupakan replika dari koleksi istana Bogor. Karena Sangat besar itu makanya lukisan hadiah dari Raja Rusia asli tak dapat dihadirkan di pameran  karena dikhawatirkan rusak saat pemindahannya.

Masuk dari pintu Galeri disapa oelh crew berbaju merah yang langsug menjelaskan tentang koleksi lukisan tanpa ditanya , ramah , bersahaja dan mudaaaa . 
Bagian pertama berkisah tentang keberagaman alam yang merupakan koleksi dari Istana Bogor, Jakarta, Cipanas, Bali dan Yogya dengan tema pemandangan alam di Indonesia. Pada jaman itu, perupa ada di seluruh antero negeri ini mulai dari Jawa, Sulawesi, Sumatera Barat dan Sebagian dari bali. Yang mencolok dari bagian pertama bagiku adalah Lukisan Flores yang sesuai penuturan guide dilukis oleh pelukisnya padahal beliau belum pernah pergi ke Flores. Loh kok bisaa. Tau dongg siapa yang berpengalaman di Flores. Tentu pak Soekarno jadi beliau memberi sketsa tentang Flores untuk kemudian dilukis.

Bagian kedua terdiri dari aktivitas atau kegiatan sehari-hari tentang kehidupan masyarakat pedesaan di Indonesia. Segmen ini lebih fokus pada petani dan nelayan (sebagai mata pencaharian utama kala itu) Karya yang dipamerkan yakni lukisan bakul buah dan penjual ayam, penjual sate sampai kehidupan para petani dan nelayan.
Sedangkan pada bagian ketiga berisi tentang tradisi tari dan kebaya yang mengambil kurang lebih 15 lukisan dengan tema Tari rejang. Kala itu, Bung Karno membangun rasa nasionalisme dengan baju pria berpeci sementara perempuan mengenakan kebaya. Tapi, kebayanyakan pamerannya memperlihatkan lukisan tentang foto-foto perempuan cantik eksotik  berkebaya. Hampir satu lorong "berkebaya"
Sementara segmen keempat tentang mitologi dan religi yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Yang paling kuingat lukisan nyi Roro Kidul cantik romantik bergaun velvet dengan kalung mutiara, tatapannya sempurna ke semua pengunjugn rata  😚😅🤣😚 , ini kira kira siapa ya model nya ..

Untuk mendukung keberhasilan dari pelaksanaan Pameran “Senandung Ibu Pertiwi” ini maka dipersiapkan sarana dan prasarana termasuk pendaftarannya, calon pengunjung bisa mendaftar secara online di www.bek-id.com. Galeri Nasional juga mengalokasikan sejumlah anggaran khusus untuk merenovasi lokasi pameran agar cantik dan menarik.
Selain itu, Galnas berusaha untuk mengarahkan pengunjung bertahan selama 30 menit untuk menikmati pameran. Ini bisa diakui dari keramahan dari level Sekuriti, hingga tourguide. Tour guide berbaju merah akan bercerita sebelum kita tanya , tentang sejarah lukisan, koleksi dari mana.dan lainlain. Misal nya aja mereka menyebut tentang kegagahan lukisan tertua Drinking Tiger atau dibalik lukisan Flores. 
Jadi ke #GalnasYuk akhir pekan inihh !

0 comments: